Di Antara Nahwu, Shorof,
dan Kamu
Di antara lembar kitab yang terbuka,
dan huruf-huruf yang sedang kupelajari,
entah mengapa pikiranku
selalu menemukan jalan
untuk kembali mengingatmu.
Nahwu mengajarkanku tentang kedudukan,
bahwa setiap kata memiliki tempatnya.
Mungkin begitu pula dengan hati,
yang diam-diam telah menempatkanmu
di tempat yang tidak mudah diganti.
Shorof mengajarkanku tentang perubahan,
tentang bagaimana satu bentuk
dapat berubah menjadi bentuk lainnya.
Dan sejak mengenalmu,
aku pun perlahan berubah.
Dulu aku hanya datang untuk belajar,
sekarang ada satu alasan lain
yang membuat hari terasa lebih indah.
Bukan karena ingin memiliki,
bukan pula ingin mengganggu langkahmu.
Cukup melihatmu dari kejauhan,
lalu menitipkan rasa
kepada doa yang paling tenang.
tetapi entah mengapa selalu berhasil
membuat hati ingin belajar lebih lama.”
Tidak ada komentar:
Tulis komentar →